Tenang Dulu, Baru Tenangkan Anak: Rahasia Hadapi Tantrum Tanpa Ikut Emosi

Oleh: Lita Ayuna

(Mahasiswa STAI Putra Galuh Ciamis)

 

“Diam! Malu dilihat banyak orang!”

 

Anda pasti sering mendengar kalimat tersebut terlontar dari orang tua saat menghadapi si kecil yang tiba-tiba menangis atau mengamuk di tempat umum. Ucapan tersebut biasanya muncul sebagai respons refleks karena merasa panik, marah, ataupun malu. Alih-alih membuat anak menjadi diam, bentakan tersebut justru sering kali membuat situasi semakin memanas dan membuat anak kian tak terkendali.

 

Apa Itu Tantrum?

Tantrum adalah reaksi emosinal yang kuat pada seorang anak dan seringkali melibatkan kemarahan atau frustasi yang tidak terkendali. Kondisi ini kebanyakan terjadi pada anak usia dini, karena biasanya pada usia ini anak belum bisa mengkomunikasikan kebutuhan dan perasaannya, akibatnya mereka menjadi marah dan frustasi.

Anak yang usianya lebih besar juga bisa mengalami tantrum. Hal ini bisa terjadi karena mereka belum mempelajari bagaimana cara yang aman untuk mengekspresikan atau mengelola perasaan.

 

Gejala Tantrum

Anak yang tantrum biasanya memiliki kecenderungan melakukan hal-hal sebagai berikut:

l   Berteriak

l   Menangis histeris

l   Memukul, menggigit

l   Menendang

l   Berguling-guling di lantai

l   Menahan napas

l   Muntah

l   Memecahkan barang

l   Melukai diri sendiri atau orang lain

l   Memaki

l   Mengancam

Jika anak terlalu sering mengalami tantrum dan mulai menunjukkan gejala tantrum yang tidak normal, segera konsultasikan dengan dokter dan psikolog agar mendapat perawatan dan penanganan yang lebih efektif.

 

Faktor-faktor Penyebab Tantrum

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko anak menjadi tantrum, antara lain:

l   Mencari perhatian dari orang tua

l   Menginginkan sesuatu, seperti permen, tetapi dilarang oleh orang tua

l   Frustasi batin akibat tidak mampu melakukan hal-hal yang diinginkan, seperti mengenakan pakaian sendiri atau  menyusun puzzle

l   Cemburu pada teman atau saudara

l   Lelah atau lapar

l   Sakit

l   Stimulasi berlebihan

Selain kondisi di atas, tantrum juga bisa terjadi karena adanya gangguan kesehatan, seperti ADHD/GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian/Hiperaktivitas), gangguan kecemasan, depresi, kesulitan belajar, autisme, dan gangguan perilaku.

 

Rahasia Tetap Tenang Menghadapi Anak Yang Tantrum

1.        Ingatkan diri sendiri untuk tetap tenang, pahami bahwa tantrum adalah cara anak mengekspresikan emosi, menghadapi dengan emosi justru hanya akan memperparah keadaan.. Tugas orang tua justru untuk menenangkan anak, jadi orang tua juga perlu tetap tenang. Tetaplah berikan kasih sayang dan perhatian, tenangkan perasaannya, dan pastikan bahwa semua akan baik-baik saja.

2.        Beri waktu bagi anak dan diri sendiri, jangan langsung memberi tindakan seperti menghukum atau memarahinya di depan umum. Hal itu akan akan membuat tantrum anak semakin meledak dan tidak terkendali. Ketika anak berada di puncak tantrum, beri tambahan waktu 15 menit untuk membiarkannya mengekspresikan perasaannya. Selama waktu tersebut, ibu bisa mengambil jarak sebentar untuk menenangkan diri sambil tetap mengawasi keadaan anak  yang masih tantrum.

3.        Praktikkan teknik pernapasan, pejamkan mata dan mulailah dengan bernapas dalam-dalam secara perlahan menggunakan teknik pernapasan perut atau pernapasan diafragma. Lakukan berulang kali sampai ibu merasa lebih baik dan lebih tenang.

4.        Jangan banyak bicara, karena ini bukanlah waktu yang tepat untuk menasihati atau bernegosiasi dengan mereka. Anak yang sedang tantrum dan berteriak tidak dapat mendengar perkataan orangtua dengan baik. Tunggu keadaan lebih tenang, baru kemudian bicarakan pada mereka mengenai hal-hal yang ia perlu pahami.

5.        Ingatkan diri sendiri bahwa tantrum itu sehat, jangan berpikir bahwa tantrum semata-mata karena kesalahan orang tua. Semua orang tua pasti memiliki momen-momen yang bahagia dan menjengkelkan dengan anak. Meskipun tantrum bukan sesuatu yang menyenangkan, jadikan tantrum sebagai pengingat bahwa itu hal yang sehat untuk anak-anak kecil.

6.        Fokus pada cara menangani tantrum, pikirkanlah bagaimana cara yang tepat untuk mengahadapi Si Kecil. Alih-alih menjadi jengkel atau marah, lebih baik fokuskanlah  untuk menenangkan anak dengan cara tersebut.

7.        Abaikan orang lain, segera membawanya keluar jika anak tantrum di depan umum. Fokus pada cara menenangkan nya, sebab sangat sulit bagi seorang ibu mengahadapi anak yang tantrum saat semua mata tertuju padanya.

 

 

 

Sumber:

Rahayu. S., et. All. (2024). Tumbuh Kembang Anak & GEMATI (Gerakan Memantau Anak). Semarang: Cipta Prima Nusantara.

Alodokter. Diakses pada 2026. Tantrum - Gejala, Penyebab, dan Pengobatan.

Halodoc. Diakses pada 2026. 7 Tips Agar Tenang saat Menghadapi Anak Tantrum.

Share Berita